Santri Dulu, dan Kini

by: Fenty

 22 Oktober di peringati sebagai hari santri, mengingat kata santri mungkin sebagian generasi muda tak lagi ingat bagaimana perjuangan para pahlawan dahulu melawan penjajah ternyata garda terdepannya adalah para santri. Mereka tidak hanya sekedar menuntut ilmu agama saja, tetapi juga mengangkat senjata membela tanah air.

Bahkan sebagian orang pun masih berfikiran bahwa dengan menjadi santri, akan terisolir dari dunia luar, tak paham perkembangan iptek atau kemajuan zaman, santri hanya suntuk dengan ibadah dan kitab yang dipelajarinya saja. Ternyata, untuk saat ini pola fikir seperti itu keliru. Dengan menjadi santri atau mondok di pesantren, anak juga di bimbing serta dilatih semua, kemandirian, ilmu pengetahuan, teknologi dan juga agama tentunya. Sehingga diharapkan ketika lulus dari pondok pesantren santri tidak kaget lagi dengan dunia luar. Santri pun siap bersaing dengan para pelajar lain lulusan sekolah umum.

Kalau dulu para santri mengangkat senjata mengusir penjajah, kini pun tugas santri lebih berat lagi, karena mereka harus bisa bertahan dari serangan majunya perkembangan iptek yang sangat deras. Diharapkan santri kini bisa menjadi pembaharu yang pola fikirnya tak teracuni oleh ghozwul fikri disekitarnya. Santri dapat menyeimbangkan antara imtaq dan iptek. Mampu menaklukan dunia dengan tidak meninggalkan agama.
Selamat hari santri, teruslah berkhidmat untuk umat.





PESAN

0 Response to "Santri Dulu, dan Kini"

Posting Komentar