Ikhlas Sumber Kemenangan



Majlis ini diadakan sebagai ajang mengokohkan, memantaskan dan melayakkan diri untuk meraih kemenangan. Terkait dengan agenda besar pilbub 2017, bagian dari kerja dakwah yang berharap Bekasi bisa dikelola sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah. Begitu yang disampaikan Ustadz Abdurrahim saat membuka tastqif gabungan cabang dakwah 1 di Masjid Al Istiqomah kawasan EJIP, Ahad 9 Okt 2016.

Menang? Semua orang pasti ingi menang. Termasuk dalam kerja-kerja dakwah. Tapi ikhlaskah? Ini yang harus ditanyakan ke dalam hati masing-masing diri kita.

Karena Al Islam sejatinya akan menang dengan ada atau tiadanya kita dalam barisan.Kemenangan bisa diraih jika umat Islam ini kuat.

Kondisi saat ini, Umat Islam lemah. Bukan karena musuh yang kuat, kaya, pintar dan hebat. Tapi karena banyak orang Islam yang keluar dari tanggung jawabnya, yaitu beribadah kepada Allah. Niat hanya karena Allah bukan lainnya.

Mengawali pembahasan tentang ikhlas, Ustadz mengisahkan tentang penebang pohon yang berkelahi dengan setan. Si penebang marah melihat pohon besar itu disembah oleh orang-orang.

Demi menjaga aqidah, si penebang bersikeras akan menebang pohon. Tapi setan mencegahnya. Mereka berkelahi, dan si penebang menang.Tak putus asa, setan terus membujuk si penebang pohon agar pulang ke rumahnya. Setan berjanji, jika pohon besar tidak ditebang maka setiap pagi di bawah bantal si penebang akan ada 3 keping dinar.

Akhirnya si penebang pulang. Keesokan harinya, benarlah dia temukan 3 keping dinar di bawah bantal. Begitu sampai hari ke dua. Tapi saat hari selanjutnya tak didapati dinar di bawah bantalnya, si penebang marah.

Kembali dia datangi pohon besar dan ingin menebang. Setan kali ini menang. Karena kemarahan si penebang kali ini bukan karena Allah, tapi karena dinar.

Begitu juga dengan kerja dakwah kita. Jangan sampai kerja yang sudah dilakukan, diniatkan bukan karena Allah. Jangan sampai ada ucapan yang keluar dari lisan kita, “Jangan baksos di sana, karena basis A, B, C. Kita nggak pernah menang di sana.” Istighfar. Mohon ampun pada Allah.

Saat kita akan baksos dimanapun tampatnya, luruskan niat. Begitu juga saat menempel logo-logo partai di kemasan paket yang akan dibagikan. Bersihkan niat. Jangan sampai terkotori dengan apapun. Niatkan hanya karena Allah. Urusan membolak-balikkan hati, biar Allah saja yang menuntun mereka.

Jangan sampai dana-dana yang tersalurkan hangus percuma karena ketidak ikhlasan hati kita.

Rahmat Allah dekat dengan orang yang ikhlas.Jika ikhlas sudah menghujam di sanubari, Allah adalah satu-satunya alasan saat kita berbuat kebaikan. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.

Mengapa kita harus ikhlas? Ingat kebaikan Allah. Karena semua datang dari Allah, dan akan kembali pada Allah. Jadi tidak ada alasan untuk tidak ikhlas.

Rukun Ikhlas:
1. Satu tujuan. Allah ghoyatuna, Allah adalah tujuan kita.
2. Sesuai dengan ilmunya
3. MaksimalLakukan kerja dengan maksimal, bukan asal-asalan.
Maksimal adalah 100%. Analogi seperti pesawat boing 737 yang hendak take off, maka kecepatan harus 296km/jam dengan panjang lnadasan 2km. JIka sudah sampai kecepatan maksimum, maka si pesawat bisa melesat ke udara. Andai tidak, pesawat harus memutar lagi.
Begitu juga dengan kerja-kerja dakwah. Harus dilakukan maksimal, bukan minimal.

Indikator sudah Ikhlas:
1. Takut kemasyuran
Orang ikhlas tidak mencari kepopuleran. Tidak butuh jadi orang terkenal. Tak ada yang bisa menghentikan kita berbuat baik kecuali kematian.
2.Menuduh diri sendiri
Sudah berlebihan, selalu merasa takut kalau dosanya tidak diampuni, atau kebaikannya tidak diterima oleh Allah.
3. Mencari ridho Allah, bukan manusia
4. Menghindari ujub

 

Benarlah, bahwa ikhlas adalah sumber kemenangan. Bahwa dengan ikhlas, kerja-kerja dakwah akan maksimal dilakukan. Tidak resah pada penilaian setiap sikap hater atau buzzer. Mereka tak bisa merusak amalan kita, kecuali diri kita sendiri.Kalau kerja dakwah ini mau menang, bersihkan niat kita.Ikhlas tentunya tak menuai kecewa saat keinginan dan harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Ikhlas, sejatinya melakukan apapun hanya karena Allah. Bukan karena manusia, golongan, atau hal lainnya. Semoga kita adalah bagian dari orang-orang yang selalu melakukan segala hal dengan ikhlas.
PESAN

0 Response to "Ikhlas Sumber Kemenangan"

Posting Komentar