Deislamisasi Sejarah Santri di Indonesia

By:  Ferry Aldina

22 Oktober 2016 secara resmi ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional. Namun, hanya sebagian orang yang sadar akan hari yang amat penting ini. Hari dimana perjuangan kemerdekaan Indonesia dimulai dengan totalitas para santri. 

Adapun sejarah kemerdekaan Indonesia seolah menenggelamkan peran santri di Tanah Air Tercinta. Buku-buku sejarah tersebar di beberapa sekolah dan penyembunyian sejarah santri pun ikut meluas seantero nusantara.

Momentum hari santri nasional, 21 Oktober 2016, seyogyanya menjadikan kita menghargai para syuhada (ulama dan santri) dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Juga harus tanggap menyikapi proses deislamisasi sejarah santri di Indonesia. Sehingga, rakyat Indonesia tergugah hatinya dan terbuka pikirannya bahwa sesungguhnya perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran santri.

Yang menjadi tugas kita semua hari ini adalah bagaimana kemudian menjadikan diri kita menjadi lebih "nyantri". Muhasabah diri, taubatan nasuha, dan selalu menjadi khoirunnas bagi sesama. Karena sejatinya kita adalah media propaganda untuk mencerminkan nilai-nilai kesantrian.

Semoga di hari santri nasional menjadikan keberkahan para santri terdahulu dan santri sekarang. Semoga di setiap aktivitas keilmuan yang dijalani mendapatkan limpahan pahala berlipat-lipat. Semoga akhlaq para santri bisa menjadikan teladan umat demi Indonesia yang lebih sejahtera.

Selamat Hari Santri Nasional.





PESAN

0 Response to "Deislamisasi Sejarah Santri di Indonesia"

Posting Komentar