Menjadi Pemimpin; Beres Diri, Keluarga dan Lingkungan




PKSBekasi, Ngeri-ngeri sedap, kalau ngomongin politik. Tapi hari gini? Gak Melek politik? Bisa-bisa kita kena libas, oleh orang-orang dengan kepentingan tertentu, yang tidak membawa kemashlahatan ummat.

Politik sendiri sebenarnya hanya seni dalam memperjuangkan kepentingan. Setiap orang punya kepentingan. Mulai dari anak-anak, sampai orang dewasa, semua punya kepentingan. Nah, demi mencapai kepentingannya itu, seseorang melakukan cara-cara (seni) untuk mendapatkannya. Itu politik sederhana, yang kepentingannya individualis.

Ketika seseorang beranjak usia, mulailah terlihat banyak kepentingan. Mulai mengapa gaji tidak naik-naik, kalau dia karyawan. Mengapa harga cabe-bawang, naik-naik ke puncak gunung, kalau dia emak-emak. Mengapa teman yang gak belajar tapi beli contekan, bisa lulus UN dengan nilai gemilang, kalau dia pelajar.

Politik, ada yang jujur dan tidak jujur, bersih dan tidak bersih, rapi dan tidak rapi. Tapi itu kenyataan. Contoh sederhana sudah mulai dirasakan. Daerah DKI Jakarta, misalnya, karena sebagian muslim tidak manut pada perintah Allah dalam Al Qur'an, maka keadaan dan kebijakan-kebijakan mulai menekan agama mayoritas ini. Banyak orang tidak merasa bahwa suaranya penting. Golput saja. Tapi kalau terpilih pemimpin yang tidak sesuai dengan harapannya. Dia mencak-mencak, karena imbasnya, dia kena juga. Lhaa salah siapa, kemarin tidak turut membantu?

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al Maidah: 51)


Qodarullah, memang Allah berkehendak demikian barangkali. Supaya jadi teguran, bahwa ummat ini masih banyak PR. Supaya ummat ini merapatkan barisan. Supaya ummat ini menyadari siapa lawan, siapa kawan.
dan tentu, masih banyak hikmah yang bisa di ambil.

Tapi tentu, jangan sampai jatuh di lubang yang sama dua-tiga atau empat kali. Bangkitlah ummat.

Selama masih menghirup udara Indonesia, masih bertempat tinggal dan berkeluarga di Indonesia, maka perjuangkanlah ummat negara ini. Sebuah kapal bisa jadi tenggelam, bila membiarkan seseorang melubangi lambung kapalnya dan tidak ada yang mengingatkan.

Memang tidak ada yang sempurna dari calon pemimpin, yang di usung. Kalau mau yang sempurna, tentulah dia bukan jamah manusia lagi namanya, tapi malaaikat.

Setidaknya ada beberapa tips untuk memilih pemimpin negara ini
1. Dirinya beres, beres aqidah, beres pendidikan, beres bersosialisasi
2. Keluarga nya beres, berpedoman pada ayat berikut

    "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim [66]:6)

 3. Didukung oleh orang-orang yang juga beres aqidahnya.

Itu sederhananya, ala-ala saya, ibu rumah tangga biasa ini :D

    "Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. Penguasa adalah pemimpin dan seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah pemimpin atas rumah dan anak suaminya. Sehingga seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin.” (Muttafaqun alaihi)

Setidaknya, ikhtiar kita maksimalkan, dan biarkan Allah yang tentukan hasilnya

    Jika kamu telah bertekad kuat, maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal (berserah diri kepada-Nya)    QS. Al Imran : 159

Untuk, pilkada Bekasi 2017, Saya masih pegang jagoannya PKS, DR. H Sa'duddin, MM, insyaAllah amanah dan memenuhi kriteria saya tadi.

Written by Ni Nyoman Puji Astuti





PESAN

0 Response to "Menjadi Pemimpin; Beres Diri, Keluarga dan Lingkungan"

Posting Komentar