Bersinergi Menyongsong Kerja Dakwah



Kugelar sajadah diantara semburat sinar purnama Syawal yang menyusup dari lubang-lubang angin kamar. Anyaman pandan kering itu selalu setia menemaniku, mengejar berkat malam, masih adakah waktu tuk munajat.

Entah, apa gerangan purnama ini meredup. Cahayanya memudar, tak secerah purnama yang lalu.
Padahal "perang" tinggal hitungan jari.
Dalam perhelatan pilkada Kabupaten Bekasi yang akan segera digelar.
Waktu yang sangat singkat.
Andai purnama ini tertukar dengan purnama Ramadhan kemarin, pastilah cahayanya akan kuat, menyemangat jalan kafilah ini.

Dalam munajat, pintaku padaMu, Ya Allah, satukan kami dalam ma'rifat dan dakwah kepadaMu.
Bimbing pemimpin-pemimpin kami agar selalu berpegang teguh pada agamaMu.
Bersatu padu mengemban amanat dakwah ini.

Perjuangan dakwah yang diemban jamaah, memiliki cita-cita besar yang harus bisa diwujudkan. Kesempatan ini ada.
Ya, ada.
Allah bukakan pintu perjuangan.
Akan kah kita sia-siakan.
Atau kita relakan Bekasi diserahkan kepada golongan yang tidak berorientasi pada kesejahteraan umat?

Amal jama'i menjadi kewajiban.
Kerikil dakwah kini makin tajam.
Terkadang enggan kita mau menapakinya.
Entah alasan apa yang menyelinap dalam benak diri.
Fase yang dilalui saat ini, kadang sulit untuk difahami, bahkan pada jamaah.

Kita ingat nasehat Imam Hasan al Banna, beliau membangun dakwahnya dan menyatakan pentingnya membuat jamaah yang bekerja untuk mewujudkan tuntutan zaman dalam rangka menegakkan islam. Kerja dan ruang lingkup jamaah ini tidak terbatas.
Jamaah yang mengajak seluruh kaum muslimin.
Bersinergi satu sama lain.

Untuk mewujudkannya harus bersinergi juga antara pemimpin (qiyadah) dan yang dipimpin (jundi) nya. Bak lokomotif dengan gerbongnya.
Qiyadah harus mempunyai kapabilitas yang mumpuni, mampu mewujudkan misinya demi visi kejayaan islam.
Ya, visi kejayaan islam.
Qiyadah memiliki posisi tawar yang penting, namun tidak boleh diberi wewenang seluas luasnya tanpa aturan dan batasan.

Begitupula sang jundi, tak boleh lepas dari perannya pada jamaah. Menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk menopang jamaah ini.

Individu jamaah menurut As Syaikh Mustafa Mansyur, ia harus berbekal akidah yang lurus, ibadah yang benar, beraklak mulia, berwawasan, berakhlak mulia, fisiknya kuat, bermanfaat bagi yang lain, mampu bekerja, teratur urusannya, menjaga waktunya dan berjuang melawan nafsunya.

Oleh karenanya sinergi dan rapinya barisan penting dalam menyongsong kerja dakwah.
Beragamnya jiwa, hawa nafsu yang bertentangan kadang masuk ke relung-relung hati jamaah dan tanpa disadari menjadi rintangan yang mampu menghalang kemenangan dakwah.

Allahu akbar.

Berjuta rasa untuk mampu melihat, membaca dan memahami makna.
Kutunggu cerita kemaren sorenya yah...
Baru segelintir cerita yang diungkap

Fatinaciktim
Member of Relawan Literasi Kabupaten Bekasi
PESAN

0 Response to "Bersinergi Menyongsong Kerja Dakwah"

Posting Komentar