Berbagi Saat Berbuka, Menebar Kasih Mengasah Empati



" Iiiihhhh...aku kok ga kebagian muluu siiihh " begitu teriak Rahma. Bocah 7 tahun kelas 1 SD yang sore itu berdiri di tepi jalan Pasar Serang, kelurahan Taman Rahayu, Kecamatan Setu, kabupaten Bekasi.

Bocah perempuan yang sudah berpuasa full satu hari itu terlihat ceria berpartisipasi di acara Tajil on The road DPC PKS Setu. Namun karena tubuh mungil nya itu, ia selalu kalah cepat dengan deretan anak yang lebih besar ukuran tubuhnya dari diri nya. Walaupun itu tak mengurangi semangat nya mengangsurkan kantong berisi makanan berbuka yang telah disiapkan para kader dan relawan.

Sementara sang bunda sibuk mengawasi dua saudara Rahma yang lain agar tidak melewati batas tepi jalan.

Rahma tidak sendiri. Ada Rahma-Rahma lain yang ikutan rempong bersama ibu mereka di gelaran tahunan PKS di seluruh Indonesia setiap ramadan tiba.

Bukan bermaksud membahayakan anak. Atau mengekploitasi anak di ranah politik Tidak. Lebih dari itu, berbagi makanan berbuka diharap kan dapat menjadi kan anak terasah empatinya. Menumbuhkan rasa kasih sayang kepada saudara sesama mu'min yang bersama-sama dengan nya beribadah puasa. Merasakan lapar dan haus yang sama. Namun rasa lemas dan lapar itu tak menjadi penghalang bagi nya untuk marasakan kebahagiaan yang luar biasa ketika ia mampu berbagi sedikit makanan yang menjadi sumber kebahagiaan bagi siapapun yang menunggu waktu berbuka. Inilah letak esensi nya.

Berbagi itu membahagiakan. Berbagi itu menyenangkan. Walaupun diri sendiri sedang merasakan haus dan lapar.

Semoga Rahma-Rahma kecil di seluruh Indonesia sana, tak akan pernah kehilangan rasa empati nya kepada sesama. Di mulai dari hal yang kecil saja. Tapi bukan tak mungkin ini jadi langkah besar bagi tumbuh kembang generasi muda muslim kelak.

Bukan kah sesuatu yang besar di awali dari hal yang kecil ???
So, mari berbagi .


Sri Suharni
Relawan Literasi Kabupaten Bekasi
PESAN

0 Response to "Berbagi Saat Berbuka, Menebar Kasih Mengasah Empati "

Posting Komentar