Tarhib Ramadhan, Wajah Mini Kader Tarbiyah Menjawab Setiap Masalah



Meriah....!! Itu kesan di setiap acara Tarhib Ramadhan yang di pastikan selalu di gelar oleh Partai yang mengusung slogan Berkhidmat untuk Rakyat setiap tahun. Penuh rona di setiap parade iring-iringan yang sudah menjadi ciri khas tarhib. Menyentuh ke pelosok kampung, sudut-sudut komplek perumahan, hingga ke jalan raya yang lebih luas jangkauan nya.

Dari mulai anak-anak TPA dan TK. Ibu-ibu majelis talim masjid dan musholla, sampai kalangan mahasiswa. Serentak mempertontonkan satu jiwa yang sama, menyambut Ramadhan dengan gembira.

Kalaulah boleh berpendapat, cuma kader partai ini yang gencar mengadakan tarhib setiap menjelang ramadhan. Mungkin karena tidak ada dalil sunnah yang terhitung shahih untuk di jadikan rujukan.

Selayaknya program tahunan, berbagai persiapan di lakukan. Mulai dari persiapan tempat, jenis acara, sasaran serta mengukur efektivitas imbas yang bisa di berikan pada masyarakat luas. Semua lahir dari sebuah kecintaan kader partai ini dengan dawah juga dengan momentum langka yang sangat di rindukan, bulan Ramadhan.

Mereka yang tergerak hadir bukan lah para pengangguran yang kurang kerjaan keliling dan konvoy di jalan-jalan. Ini bentuk syiar. Bentuk ekspresi kegembiraan seorang muslim yang tertarbiyah pada sebuah keadaan.

Kesediaan mereka untuk turun berlelah di jalan lahir dari sebuah fitrah, kebaikan hati dan kebersihan qalbu, mempersembahkan yang terbaik bagi agama ini. Mereka bukan tak punya masalah. Mereka bukan tak ada kendala. Mereka sedang tidak mencari nama. Tidak ada tujuan individu. Hanya satu tekad, demi syiar dawah.

Secara institusi jamaah ini sedang di uji. Parade ujian itu terpampang di berbagai pemberitaan dan sosial media. Tajam. Penuh intrik dan menciutkan nyali.

Beragam alasan muncul kepermukaan. Berbagai debat muncul di beranda sosial jalanan. Saling berbantahan bahkan berujung pertikaian aksara di pampang. Merusak ketentraman dan keindahan ukhuwah.

Namun ketika melihat tarhib yang tergelar di jalan, semua seolah terbantahkan. Ini adalah jawaban, para kader dawah ini tetap berbuat kebaikan. Bekerja dalam senyap penuh kearifan dan keikhlasan. Inilah sejati nya bukti cinta dan untuk siapa amal serta kerja di persembahkan.

Masalah adalah ujian. Setiap ujian melahirkan ikatan-ikatan baru yang menguatkan. Ikatan akal yang memberi ruang berfikir dan berdzikir. Dengan nya hikmah dapat di ambil dan iman kuat mengukir.
Lalu ikatan rasa ( hati ) yang menambah kesabaran, dan menguatkan ukhuwah hingga kita tahu mana yang menjadi teman sejati ( Syekh Hamam Sa'id )

Maka tarhib kita menjadi lengkap. Seperti asal muasal nya yang melapangkan. Membuka jalan. Membuka seluas-luasnya bagi sebesar-besarnya kebaikan di bulan Ramadhan.

Jamaah ini akan kuat dan bertambah kuat. Bukan karena mereka tak terjamah oleh ujian yang menghadang. Jamaah ini akan kuat, karena kecintaan kepada Allah lah yang menjadi modal kuat mereka semakin berpegangtangan. Apalah kita tanpa jamaah. Bahkan pertolongan Allah ada bersama jamaah.

Maka dari jamaah ini kita akan bersama bangkit sebagai anak bangsa. Menghadapi ujian berat yang tengah melanda negri kita. Pegangan kita akan semakin kuat. Barisan kita akan semakin rapat. Dan bangsa ini akan menjadi bangsa yang tahan uji karena Allah yang akan menurunkan pertolongan Nya kepada negara yang bersama kita cintai.

#maks
Relawan Literasi Kabupaten Bekasi
PESAN

0 Response to "Tarhib Ramadhan, Wajah Mini Kader Tarbiyah Menjawab Setiap Masalah"

Posting Komentar