Diantara Tarhib ada Sepotong Nasehat Manis dari Murabbi



Manisnya nasehat murabbi seperti manisnya buah mangga
Rasanya tidak akan sampai lidah ketika tidak kita kupas.
Sebelum mengupasnya, hari ini sudah merasa girang.
Dan mengirimkan sinyal kelenjar mulut mengeluarkan air liur
Energi positif hadir dan berusaha agar bisa menikmatinya
Sebatang pisau mampu menspesialkan rasa
Bagaikan sepatah kata dari murabbi

Ustadz Nuh, murabbi kita semua
Saat kita sedang sibuk dengan kerja dengan masing-masing amanahnya
Sepatah dua patah hadir dalam kelelahan dan keikhlasan kita
Menyemarakkan tarhib ramadhan tahun ini.
Hadir tanpa tau maksudnya
Hadir dengan sejuta makna
Perlu usaha untuk mengupasnya
Tetapi sepatah kata itu mampu menambah energi dakwah
Menguatkan kita, dalam kerja dakwah ini
Menguatkan ghirah dakwah
Hadirnya pada moment yang tepat

Saat sejenak istirahat Tarhib, sembari bertanya dan memaknai apa maksud murabbi.
Memaknai dalam sebuah kisah
Semoga tidak salah dalam menterjemahkan maknanya.
Makna tentang sebuah kepeloporan
Yang pada kondisi saat ini banyak sekali orang baik, namun kebaikannya sangat sedikit untuk di tebarkan kepada yang lain.
Sedikit yang siap menjadi pionir kebenaran, pelopor kwbaokan dan teladan kebajikan.

Pada umumnya orang-orang baik hanya akan menjadi penggembira atau suporter.
Kebaikan yang ada hanya akan muncul saat ada orang-orang yang mempelopori atau memulainya.

Namun fenomenanya, tidak banyak orang yang baik siap menjadi pelopor, tidak siap memulai.
Oleh karenanya, orang-orang pelopor ini mendapatkan tempat yang istimewa dihadapan Rasulullah.
Seperti Hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang artinya : “Barang siapa memelopori di dalam Islam sebuah kebaikan/kebajikan, maka ia akan memperoleh pahalanya dan seperti/setara pahala orang-orang yang mengamalkan kebaikan itu sesudahnya, dengan tanpa mengurangi pahala mereka semua sedikit pun. Dan barang siapa memelopori di dalam Islam sebuah keburukan, maka ia akan menanggung dosanya dan seperti/setara dosa orang-orang yang melakukan keburukan tersebut, dengan tanpa mengurangi dosa mereka semua sedikit pun” (HR. Muslim dari Sahabat Jarir bin Abdillah RA).

Dan dalam hadits lain, yang artinya: “Barang siapa mengajak (orang lain) kepada sebuah petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala yang setara dengan pahala semua orang yang mengikuti petunjuk tersebut, dengan tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka semua. Dan barang siapa menyeru (orang lain) kepada sebuah kesesatan, maka ia akan menanggung dosa yang setara dengan dosa orang-orang yang mengikuti kesesatan itu, dengan tanpa mengurangi sedikit pun di antara dosa-dosa mereka semua” (HR. Muslim dari Sahabat Abu Hurairah RA).

Begitu pula dalam hadits berikutnya yang artinya: “Barang siapa menunjukkan (orang lain) pada sebuah kebaikan, maka ia akan menerima pahala yang setara dengan pahala pelaku kebaikan tersebut” (HR. Muslim dari Sahabat Abu Mas’ud Al-Anshari RA).

Sungguh istimewanya pribadi pelopor ini.
Sampai imam Muslim meriwayatkan hadis dari banyak sumber.
Karena beratnya sebuah kebaikan dan beratnya memulai mempelopori kebaikan bagi orang lain.
Akan hadir konsekuensi-konsekuensi yang pastinya akan hadir.

Semoga kita mampu mempelopori kebaikan bagi orang-orang baik lainnya.
Banyak cara untuk bisa berbuat baik.
Dan waspada banyak cara setan untuk menggagalkan perbuatan baik.

Wallahu 'alam

#Fatina
PESAN

0 Response to "Diantara Tarhib ada Sepotong Nasehat Manis dari Murabbi"

Posting Komentar