Dalam Ikhtiar, Ada Doa dan Tawakal



Terlintas tanya tak bersuara, ketika terpapar olehku, dua pemandangan berbeda.
 
Disana, dihadap pintu kereta, seorang remaja berdiri, memandangi lembaran kertas diatas papan jalan.
Di tangan kanannya memegang pensil 2B.
Tertunduk khusyuk tanpa menghiraukan orang-orang yang berlalu lalang didepannya.

Disisi dudukku, ada kamu yang berseragam putih-putih sedang membaca alqur'an.

Terlihat sebuah kartu, pada halaman yang kau baca,
Kartu putih bertuliskan nama dan tertempel foto hitam putihnya.
Sebuah kartu tanda peserta ujian.

Menatap remaja yang disana, Itukah Ikhtiar kerasmu? Karena ketidaksiapanmu menghadapi ujian kali ini?

Kala memandang remaja disampingku, aku yakin, kamu sudah belajar, tinggal berdoa dan tawakal.

Meski ujian tinggal hitungan menit.
Sekiranya kau faham, tak perlulah, belajar sekeras itu.
Materi itu bukanlah hafalan, tapi pemahaman.
Ikhtiar setiap manusia akan berbeda.
Dua hal yang tak boleh luput dari kita setelah ikhtiar, yaitu doa dan tawakal kepada Allah.

Tergantung bagaimana manusia itu memaknai dan menghargai hidupnya sebagai hamba.

Ujian sekolah tak lain sebuah miniatur ujian dalam kehidupan manusia.
Sebuah tantangan dalam hidup yang harus dijalani dan dilalui.
Jembatan untuk melangkah maju menuju tahap berikutnya bahkan tahap menuju kemenangan.
Ujian pula tempaan diri, bagaimana bersiap-siap menghadapi, melaksanakan dan menerima hasil akhir.

Dalam sebuah ujian, Allah menempa manusia pada tiga tahapan.
Tahap pertama sebagai perencana.
Bagaimana manusia mampu memasang kuda-kuda dalam segala aspek kehidupannya.
Bersiap secara jasmaniah, fikriah dan ruhaniyah.
Bersiap siaga untuk menghadapi ujian Allah.

Tahap kedua, manusia ditempa agar mampu layaknya ksatria dalam menghadapi ujian.
Menikmati ujian dengan tenang, tidak cemas dan tidak mengambil jalan pintas.
Yang merupakan buah dari tahap sebelumnya.
Meyakini bahwa setiap proses yang dihadapi adalah proses pematangan diri menjadi lebih baik.

Tahap ketiga, manusia ditempa agar mampu berlapang dada atas apapun hasil akhir yang diperolehnya.
Sebaiknya mampu menghadapi semua kenyataan yang hadir.
Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk hambanya.
Dan tentunya rahmat dari Allah atas apa yang telah diusahakan.

Cukupkan diri ini dengan ikhtiar yang optimal, berdoa dan tawakal kepada Allah.
Optimalkan peran orang sekitar kita, baik guru, teman maupun orang tua.
Bekal do’a restu orang-orang mulia tersebut akan sangat berharga.

“Ada tiga doa yang pasti akan terkabul, tidak diragukan lagi: doa orangtua, doa orang yang bepergian, dan doa orang yang dizhalimi.” HR. Abu Dawud no. 1536, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu.

Selamat menempuh ujian hari ke-2, dalam ikhtiar kalian, sertakan selalu doa dan tawakalmu.

*Fatinaciktim
PESAN

0 Response to "Dalam Ikhtiar, Ada Doa dan Tawakal "

Posting Komentar