Batu Bata itu Tetap Berhimpun Dalam Barisan Meski Harus Mendua



Rumah-rumah itu berdiri rapi dan sama.
Bentuk, warna bahkan bahan bangunannya pun sama.
Berjajar rapi disetiap lajurnya.
Dinding antaranya pun satu untuk berdua.
Seolah tak mau kehilangan momen kebersamaannya.

Barisan batu bata itu menopang dua rumah.
Rumah dengan pemilik berbeda
Tentunya manajemen berbeda pula
Tergantung si empunya rumah.

Batu bata itu bak mereka yang mendua.
Dua sistem yang berbeda.
Antara jamaah dan tugas sipil kita.
Kakinya harus menjejak pada waktu dan tempat yang sama.
Keduanya membutuhkan totalitas peran.
Tak mampu memisahkan diri.
Kita yakin, dijalan ini kita mengabdi.

Siang ini kita berkumpul
Saling mengisi dan berbagi
Bersatu dalam dakwah di jalanNya
Ma'rifat kepadaNya
Saling menguatkan
Untuk berkhidmat kepadaNya.

Seperti ibunda Maryam yang menadzarkan kandungannya (Nabi Isa) untuk berkhitmad kepada umat.

Seperti pula Imam Ahmad bin Hambal, yang berani mempertahankan keyakinannya bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah diatas dipropagandakan Mu’tazilah melalui jalur penguasa.
Imam Ahmad istiqomah dengan keyakinannya.
Meskipun siksaan dari institusi kekhalifahan resmi menimpa dirinya.
Namun beliau istiqomah penuh ketabahan dan keihlasan.

Jazakumullah kepada ustadz ustadzah.
Atas waktu senggang kalian diantara sepadat aktivitasmu itu.
Atas ilmu yang kau berikan
Atas semangat yang membara meski kelelahan tak mampu kau sembunyikan.
Setelah kita bersama kobarkan semangat
Bersama nasyid ini
_____________
Kita berhimpun dalam barisan
Lantangkan suara hati nurani
Agar negeri ini berkeadilan
Indonesia maju bukan hanya mimpi

Partai Keadilan Sejahtera
Maju terus tanpa kenal lelah
Partai Keadilan Sejahtera
Maju terus tanpa kenal lelah

Kibarkan tinggi panji Allah
Bangun Indonesia penuh berkah
Kibarkan tinggi panji Allah
Bangun Indonesia penuh berkah

Kita berhimpun dalam barisan
Lantangkan suara hati nurani
Lahirkan pemimpin adil sejati
Yang cinta rakyat dan negeri ini

Bangun Indonesia penuh berkah...
________________

Kini,
Tinggal Kiprah dan khitmad kita pada umat.
Optimalkan potensi kita.
Baik Jiwa maupun Raga.
Karya Nyata yang dinanti umat.

#fatina





PESAN

0 Response to "Batu Bata itu Tetap Berhimpun Dalam Barisan Meski Harus Mendua"

Posting Komentar