Mohamad Nuh : 3 Kata Kunci Pembangunan Kabupaten Bekasi




PKSBekasi, Bersama, bekerja, memberdayakan, merupakan tiga kata kunci pembangunan Kabupaten Bekasi. Hal tersebut disampaikan oleh Mohamad Nuh dalam pemaparan visi dan misi kandidat Bupati Bekasi beberapa waktu yang lalu di Batiqa Hotel Jababeka, Ahad (27/3) .

Bersama, karena Kabupaten Bekasi memiliki memiliki potensi SDM dan SDA yang luar biasa berlimpah. Inilah yang menjadi daya tarik pendatang untuk mencari nafkah di Kabupaten Bekasi.

"Namun dalam bekerja, kita butuh kebersamaan,  sebagai kata kunci dalam pembangunan di Kabupaten Bekasi. Supaya segala persoalan terurai dan terdistribusikan secara proporsional," katanya.

Lebih lanjut Nuh mengatakan bahwa gaya 'one man show' tidak tepat dalam membangun Kabupaten Bekasi yang akan memunculkan ketidakseimbangan juga stagnansi pembangunan.

Dia menambahkan, PNS sebagai birokrat pembangunan sangat faham masalah dan sudah memiliki sejumlah jurus penyelesaian suatau permasalahan. Karenanya dibutuhkan kepala daerah yang bersikap mendorong bukan menghambat, bahkan harus memberikan rangsangan dan kreatifitas membangun jajaran birokrat.

"Masyarkat juga harus dipancing kreatifitas membangun lingkungannya. Jadikan masyarakat sebagai mitra pembangunan," ungkap ketua DPD PKS yang juga dicalonkan jadi kandidat Bupati Bekasi tersebut.

Membnngun adalah sesuatu yang lumrah dan biasa terjadi, dengan akselerasi pembangunan diharapkan kemampuan layanan aparat, infrastruktur, maupun sistem pemerintahan mendahului problem yang muncul dari kehidupan.

"Lebih report lagi kalau pembangunan tidak bisa mengantisipasi perubahan kehidupan seperti modernasi, derasnya aspirasi, karena itu saya memilih kata kunci ke-2 akselerasi pembangunan," kata Nuh.

Mayoritas masyarakat hidup dalam kondisi tidak berdaya. Dengan berbagai sebab. Kelemahan ilmu pengetahuan, lemahan akses kepada sumber pendaan,  jarak terhadap akses informasi, terhambatnya pergerakan orang dan barang, dan lain sebagainya.

APBD sebaiknyamenjadi stimulus percepatan dan punya daya ungkit untuk memberdayakan masyarakat. Meletakkan program pada titik yang tidak tepat, baik peruntukan maupun sasaran  adalah pemubaziran.

"Mendengar aspirasi dari masyarakat, pakar, termasuk dari pejabat terkait adalah upaya mengelimir pemubaziran. Dan akan berdampak pada tepat sasaran, tepat guna, tepat waktu (timing) dan lain-lain," pungkas Nuh. (khan)





PESAN

0 Response to "Mohamad Nuh : 3 Kata Kunci Pembangunan Kabupaten Bekasi"

Posting Komentar