Semua Kader Musti Berperan


…. Everybody knows
that anybody could do All the good thing that nobody did…
When I’m too busy so I tell everybody The work got to get done by somebody It could be don’t buy anybody, nobody did….  


Penggalan nasyid lawas dari Snada yang berjudul dakwah, belakangan ini sering terngiang-ngiang di kuping penulis. Ketika, undangan rapat berbalas afwan, lagi pergi, afwan ada kerjaan lain, dan segudang afwan lainnya. Ketika event acara sudah dekat di depan mata, akan tetapi, kepanitian belum terbentuk. Ketika ada  yang menyatakan mau mengaji rutin pekanan, akan tetapi belum ada yang siap mengisi kajian. Ketika membutuhkan dan meminta bantuan demi terselenggara dan suksesnya acara, malah ‘dilempar’, “minta tolong sama si A saja”. Menghubungi A, diberikan jawaban, “minta tolong sama B saja”. Ketika … ketika… dan ketika.  

Atau ada pada suatu masa mengajak ummahat untuk bergabung dalam tim mengerjakan proyek kebaikan. Di jawab, “Saya mah apa atuh, tidak berpotensi, sudah kamu dan teman-teman lain saja yang mengerjakan”. “Saya mah tidak cocok”, “Saya mah tidak bisa”. Saya mah… saya mah… Apa jadinya jika kader minder? Apa kata dunia? Dan juga dijawab, “Waktu saya terbatas, anak saya banyak, yang belum punya anak aja yang mengerjakan”. Mendengar jawaban ini, hanya bisa mesem, seperti ada pahit-pahitnya gitu.  

Hhmmm… memikul beban suatu amanah di pundak, jelas memang tidak mudah. Akan tetapi, jika dikerjakan secara bersama-sama, beramal jama’i tentulah terasa lebih indah.

Penulis pikir sebenarnya tidak diperlukan kemampuan tingkat tinggi, untuk ikut berkontribusi. Yang penting mau perduli dan melakukan semaksimal mugkin apa yang bisa dilakukan di bingkai dengan niat yang ikhlas. InsyaAllah kapabilitas akan berkembang, seiring dengan banyaknya berbuat.  

Semua orang harus melakukan dakwah, tidak ada pengecualilan, apalagi berlindung dengan dalih kelemahan diri. Dan kita sebagai kader, selayaknya berada digaris terdepan, dalam kondisi siap sedia. Baik dalam keadaan sempit maupun lapang.  

“Serulah (manusia) kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. An-Nahl :125)

Self Reminder. Wallahu a'lam.
Kampung Melayu, 30 Mei 2015

R Febrika Halim
Ketua Bidpuan DPC PKS Cibitung
PESAN

0 Response to "Semua Kader Musti Berperan"

Posting Komentar