Rabthul 'Am

Rabthul 'Am adalah sebuah keniscayaan berdakwah. Manusia adalah makhluk sosial yang hidup di tengah lingkungan dan komunitasnya, baik di tempat tinggalnya, pekerjaan, hobi, profesi dan lain lainnya. Sebagai anggota masyarakat, maka kader PKS harus memiliki kemampuan bermasyarakat dengan baik. Dengan memperkuat eksistensinya, maka di manapun dan kapan pun keberadaanya akan memberikan pengaruh positif.

Dalam perspektif tarbiyah, seluruh masyarakat yang berada di sekitar kita berpotensi menjadi kader partai. Melalui mekanisme tarbiyah mereka yang telah memenuhi persyaratan dapat menjadi anggota terbina. Adapun mereka yang belum memenuhinya, maka mereka tetap menjadi obyek interaksi kader dengan pendekatan rabthul 'am. Obyek rabthul 'am dapat diarahkan dan didorong untuk menjadi anggota pendukung partai, baik sebagai anggota terdaftar atau sebagai anggota yang aktif pada struktur partai atau pada kegiatan kepartaian.

Kekentalan nilai-nilai tarbiyah pada kader didapat dari interaksinya kepada manhaj tarbiyah (kurikulum dan modul pembinaan partai) yang rutin dilakukan. Untuk masyarakat yang menjadi obyek rabthul 'am belum saatnya manhaj diberlakukan. Karenaya tema yang dijadikan bahan diskusi dan perbincangan oleh kader dengan obyek rabthul 'am adalah tema yang sifatnya umum dan menjadi cita-cita bersama untuk umat, bangsa dan Negara. Materi dan modul yang dijadikan rujukan tema diatas adalah cita-cita keumatan dan cita-cita kebangsaan. Cita-cita kebangsaan dapat kita lihat pada buku Platform PKS : "memperjuangkan masyarakat madani'. Sementara cita-cita keumatan, insya Allah segera terbit.

Allah telah menegaskan di dalam Al-Quran bahwa pribadi yang berpengaruh mempunyai nilai dan kualitas yang dapat menyamai komunitas umat. "Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif [843]. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan) (An Nahl ; 120). Bahkan keberadaan orang beriman dimanapun, pasti akan memberikan petunjuk dan perubahan.

Rasulullah saw juga mendorong umatnya untuk bergaul dan bermasyarakat. Dalam sebuah hadistnya beliau saw bersabda, "Orang yang bergaul dengan manusia dan sabar atas gangguan mereka, lebih baik daripada orang yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas gangguan mereka. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

"Seorang mukmin itu akrab dan mudah diakrabi, dan tidak ada kebaikan orang yang tidak demikian, dan sebaik baik orang ialah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Manusia seperti seratus ekor unta, hampir kamu tidak mendapatkan dari kalangan mereka yang mampu memikul beban perjalanan (rahilah). Rahilah adalah unta kuat yang meminpin kawanan unta, dia ada di depan dan diikuti yang lain. *** PESAN

0 Response to "Rabthul 'Am"

Posting Komentar