Negeri Seribu Pilu

Negeri seribu pulau sedang kacau dan galau. Kegalauan itu memalukan dan memilukan. Penyakit lupa yang dideritanya semakin hari semakin memilukan. Oh, negeri seribu pilu...

Di negeri seribu pilu, ada seorang raja yang lupa matematika. Menuduh orang lain telah berbohong seribu persen, dua ribu persen bahkan. Dia sedang lupa bahwa seribu persennya itu juga bohong. Bohong untuk ke-seribu. Janganlah membohongi anak-anak sekolah yang baru belajar seratus persen.

Di negeri seribu pilu, ada Si-Somad yang tak jujur tentang atap rumahnya yang sering bocor. Dia sendiri yang melubangi rumahnya hingga bocor. Dia tak sadar dengan spanduk besar yang menutupi rumahnya, "Berani Jujur, Hebat!". Dia sendiri yang menulis, dia sendiri yang lupa bahwa kejujuran tak ada di rumahnya. Rumah Si-Somad, rumah bocor.

Di negeri seribu pilu, ada Si-Angeli (baca; si-anjeli) gadis sampul nan cantik sejak jadi politisi mersi, mudah lupa kapan beli blackberry. Mungkin tangis dan kecantikannya membuat para hakim lupa bahwa dia telah korupsi. Vonis ringan adalah bukti "kelupaan" sang hakim yang akhirnya direvisi.

Di negeri seribu pilu, ada LHI yang katanya tertangkap tangan menerima uang suap impor daging sapi. Semua lupa bahwa yang tertangkap adalah AF, bukan LHI. Semua lupa bahwa uang yang katanya suap itu tdk pernah sampai ke LHI. Semua tiba-tiba lupa bahwa kuota impor daging sapi tidak pernah bertambah karena LHI.

Yang tidak boleh lupa, justru kuota impor daging sapi itu benar-benar ditambah setelah kasus ini mecuat. Oleh siapa? Siapa yang meminta? Apakah kuota ditambah karena suap?. Lupa?! Kenapa kita lupa tidak bertanya...??? Capek dech!!!

Di negeri seribu pilu, ada Si-Kumis malang, nasibnya tersangkut di hambalang. Dia lupa bahwa hambalang telah menyulapnya menjadi hamba(l)uang. Teman Si-Kumis, Si-Annas), seorang waras yang lepas ucap ingin digantung di monas.

Tapi, di negeri seribu pilu ini juga ada kami, generasi yang menolak lupa. Kami rekam semua jejakmu dengan sembilu. Berhentilah berpura-pura lupa. Malulah pada ibumu yang melahirkan. Takutlah pada Tuhanmu yang menyaksikan. Janganlah engkau lengah. Ada selobang tanah yang telah disiapkan untukmu rebah, pasrah.
(BP) PESAN

0 Response to "Negeri Seribu Pilu"

Posting Komentar