Membagikan Pistol

Pistol adalah senjata api mematikan yang biasa digunakan untuk menembak. Sasaran yang kena tembak bisa langsung mati, minimal luka parah.

Oleh karena itu tidak semua orang boleh memilikinya, hanya mereka yang punya izin khusus yang diperbolehkan memilikinya. Kalau sekedar memilikinya harus punya izin khusus, apalagi untuk menggunakannya. Sebab bisa menimbulkan kematian orang lain, yang merupakan dosa besar.

Tidaklah diciptakan kondom kecuali untuk melakukan hubungan suami istri. Seharusnya yang boleh membeli dan menggunakannya hanya pasangan suami istri yang sah. Syarat membeli kondom harus bisa menunjukkan surat nikah milik suami dan milik istri yang masih berlaku. Membelinya harus berdua, bareng-bareng suami istri yang datang membeli.

Di luar itu, siapa saja seharusnya dilarang untuk membeli kondom. Karena bisa saja digunakan untuk sex di luar pernikahan yang sah. Dan hukumnya haram, karena jadi alat yang digunakan untuk berzina. Dan zina dosa besar.

Pertanyaannya, kalau bukan pasangan suami istri yang sah, buat apa beli kondom? Bukankah kondom itu alat yang dibutuhkan untuk melakukan hubungan sex? Satu-satunya alasan untuk membeli dan memiliki kondom ya cuma buat melakukan hubungan sex. Dan hubungan sex itu terlarang kecuali hanya dilakukan dengan pasangan yang sah dalam pernikahan.

Betapa tidak warasnya mereka yang membagi-bagikan kondom di tengah-tengah para pemuda dan mahasiswa yang jelas-jelas belum menikah. Otaknya tidak dipakai dan moralnya terlalu bejat untuk diterima dalam logika bangsa.

Membagi-bagikan kondom selain kepada pasangan suami istri yang sah, sama saja dengan membagi-bagikan gratis pistol di tengah khalayak.

Oleh Ahmad Sarwat PESAN

0 Response to "Membagikan Pistol"

Posting Komentar