Ibu, Kau Segalanya Bagiku

Ibu itu sekolah pertama
Guru beserta perangkat pelajaran utama
Mengajar dengan penuh cinta cuma - cuma
Menanamkan asa hingga kamu ternama

Ibu itu bukan manusia biasa, tapi manusia hebat
Perutnya sama, tapi di dalamnya ada rahim yang kuat
Jantungnya sama, tapi kasih sayangnya berlipat-lipat
Hatinya sama, tapi cintanya terus melekat

Ibu itu seperti Tuhan
Mentaatinya seperti mentaati Tuhan
Mendurhakainya seperti mendurhakai Tuhan
Bahkan ridhonya seperti ridho Tuhan

Ibu itu seperti tali yang tersambung denganmu
Berbaktilah padanya tiga kali baktimu pada ayahmu
Kenanglah masa-masa berat dia mengandungmu
Berdo’alah untuknya di setiap waktumu

Ibu itu manusia mulia
Kemuliaannya semulia syurga
Karena Allah Yang Maha Mulia
Meletakkan syurga di bawah telapak kakinya

Ibu, Kau segalanya bagiku

Merugilah manusia yang masih memiliki seorang Ibu, tapi tidak menyebabkannya masuk syurga. Beruntunglah manusia yang menyayangi ibunya, mendarmabaktikan hidupnya untuk kebaikannya, seperti memasuki syurga, yang anak tangga pertama adalah ridhonya. Sampaikanlah cita-cita besarmu pada ibumu, agar doanya menjadi “pemercepat” terkabulnya mimpi menjadi nyata. Jangan bertanya, mengapa petugas bank sering menanyakan nama ibu kandungmu, tapi tidak bertanya nama ayahmu?. Jangan bertanya, mengapa harus menikahi wanita sholehah? Karena jawabnya telah kau tahu, cukuplah bagimu kisah Nabi Nuh dan kisah Nabi Musa.

Salam Cinta Untuk Ibuku dan Seluruh Ibu di Seluruh Dunia.
Selamat Hari Ibu.

Budi Purwanto PESAN

0 Response to "Ibu, Kau Segalanya Bagiku"

Posting Komentar