Olahraga Harus Jadi Kebutuhan

Banyak sudah artikel yang saya baca menjelaskan bahwa kesehatan banyak dipengaruhi perubahan gaya hidup manusia itu sendiri. Pertama adalah makanan sebagai asupan tubuh manusia. You are what you eat. Anda adalah apa yang anda makan. Ungkapan ini ingin menggambarkan pentingnya menjaga pola makanan. Gizi yang terkandung di makanan yang kita konsumsi sehari-hari menentukan kesehatan jiwa, raga, dan pikiran kita. Pola makan yang sehat adalah teratur dengan banyak mengkomsumsi makananan yang mempunyai serat tinggi dan rendah lemak. Mengurangi asupan gula dan garam juga diperlukan. Alkohol dan rokok? Tentu saja tidak usah dijelaskan.

Faktor kedua yang membuat kesehatan kita sering terganggu adalah kurangnya aktifitas fisik atau olahraga. Padahal anjuran dokter cukup bergerak sekitar 30 menit dalam 3-4 kali seminggu secara rutin maka kekebalan tubuh kita dapat lebih stabil. Selain olahraga, tidur yang proporsional juga merupakan hal yang tidak terpisahkan dengan aktifitas fisik.

Bagi saya, pengaruh makanan mungkin lebih mudah untuk kita penuhi dibandingkan dengan faktor kurangnya waktu kita beraktifitas fisik atau berolahraga secara rutin. Bagaimana pun setiap hari kita butuh makanan dan minuman untuk menjaga metabolisme tubuh. Oleh karena menjadi kebutuhan pokok, selalu ada waktu untuk urusan makan. Persoalan mengenai pola makan yang sehat dan ideal adalah hal yang dapat kita sesuaikan.

Berbeda dengan waktu kita untuk berolahraga. Saya meyakini masih segelintir orang yang rutin setiap hari untuk berolahraga. Perlu dicatat olahraga di sini maksudnya adalah olahraga kesehatan semata, bukan olahraga prestasi yang wajib untuk atlet. Harus kita akui, kebanyakan masyarakat kita memang belum menganggap olahraga sebagai kebutuhan pokok, sebagaimana kita harus makan setiap hari.

Padahal, sebagaimana makanan yang beragam dan berjenis-jenis, pilihan olahraga juga bervariatif. Kita bisa melaksanakan cabang olahraga yang kita gemari. Misalnya untuk pegawai kantoran dan orang urban, cabang olahraga populer buat mereka seperti Tennis, Badminton, Futsal, dan sebagainya.

Saya sendiri selalu berusaha meluangkan waktu untuk menyalurkan hobi bersepeda dan. Rasanya saya senang punya hobi dalam kategori aktifitas fisik atau cabang olahraga. Setiap akhir pekan di hari libur, mengayuh sepeda bersama Team, dengan mengitari kota bahkan tour ke wilayah-wilayah yang belum pernah kita lewati. Biasanya kami finish di warung kopi langganan. Satu pengalaman yang menyenangkan, selain tentu saja menyegarkan tubuh.

Selain gowes, komunitas di kantor juga punya jadwal tetap bermain Bulu Tangkis setiap Jum'at malam. Olahraga kebanggaan Indonesia ini adalah permainan yang sangat menguras fisik tapi menyenangkan. Melihat keringat kami keluar dengan cepat, kemudian seketika membasahi seluruh anggota tubuh, dari kepala hingga ujung kaki basah oleh air dalam tubuh yang keluar dari pori-pori, adalah sesuatu yang kami butuhkan. Puas dan sangat nikmat.

Jika absen dalam lapangan bulu tangkis, beberapa kolega di kantor, ada saja yang mengeluhkan kondisi tubuhnya dengan mudah diserang keletihan, badan terasa semakin terbebani, menjadikan ayunan kakinya semakin berat melangkah.
Bersepeda dan BuluTangkis itu menyenangkan.
Salam olahraga.


Oleh: Kang_abe (@abehansamu)

Sumber: http://bko-bekasi.blogspot.com PESAN

0 Response to "Olahraga Harus Jadi Kebutuhan"

Posting Komentar